|
Palembang | |
Imsak | 04:37 WIB |
Subuh | 04:47 WIB |
Syuruq | 06:01 WIB |
Dzuhur | 12:06 WIB |
Ashar | 15:19 WIB |
Maghrib | 18:08 WIB |
Isya | 19:16 WIB |
2°59'LS, 104°47'BT Ketinggian : 10 m Arah kiblat : 65°27' (U-B) |
LPMUINRF – Ketika kita mengelola sebuah Perguruan Tinggi (PT), maka sudah bisa dipastikan akan menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan manajemen Keuangan. Fungsi manajemen sendiri adalah melakukan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian agar Perguruan Tinggi bisa mencapai tujuan sebagaimana telah ditetapkan. Perencanaan dan pengendalian keuangan sangat penting dilakukan untuk mengawal keberlangsungan PT yang baik.
Penganggaran atau penyusunan anggaran (budgeting) adalah proses penyusunan rencana keuangan organisasi yang dilakukan dengan cara menyusun rencana kerja. Penganggaran merupakan bagian dari proses perencanaan yang secara umum meliputi perencanaan strategi (strategic planning), penyusunan program (programming), dan penyusunan anggaran (budgeting).
Sehubungan dengan hal tersebut Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Fatah Palembang kembali menggelar kegiatan dwi mingguan yang dikemas dalam akronim D’Musik pada Rabu (20/4/2022). Kali ini D’Musik series #9 yang merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya mengusung tema Orientasi dan Kebijakan Penganggaran Universitas untuk Unggul 2024 Berbasis Prodi dan 9 Kriteria, dengan menghadirkan pembicara Dr. Abdul Hadi, M.Ag yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Rektor II UIN Raden Fatah.
Acara yang dilaksanakan secara online (via zoom meeting) dimulai Pkl.09.00 dengan dipandu oleh moderator Muhamad Afandi, M.Pd.I selaku Kapus Audit dan Pengendalian Mutu dan dihadiri oleh Jajaran Dekanat, Ketua dan Sekretaris Prodi di lingkungan UIN Raden Fatah, Para Ketua GPMF GPMP, Ketua, Sekretaris, Para Kapus, dan Staf LPM.
Sebagai pengantar pembukaan d’musik series #9, Ketua LPM Dr. Syahril Jamil mengatakan ada beberapa hal yang melatarbelakangi kegiatan kita pada hari ini. “Pertama bahwa anggaran ini sejatinya menjadi problem bagi kita semua, kalau kita telaah pada RKA-KL tahun 2022 ini terjadi kesenjangan pada volume posturnya Ketika kita desiminasikan pada kriteria Sembilan. Saat ini posisi kita masih terserap akan kebutuhan sarana dan prasarana, menurut catatan LPM kurang lebih kebutuhan yang terserap sekitar 58%. Sehingga akibat yang timbul yaitu kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh prodi kita dalam mengejar target unggul tidak bisa terakomodir secara keseluruhan.” Ungkapnya.
“Mudah-mudahan dari hasil diskusi kita ini nantinya akan lahir kebijakan-kebijakan yang proporsional dan tepat, harapan kami juga kegiatan ini akan menjadi tradisi/iklim akademik yang baik untuk menyongsong target Unggul di tahun 2024,” tambahnya.
Sementara itu Dr. Abdul Hadi, M.Ag dalam sambutannya sekaligus pembicara pada d’musik kali ini menyampaikan beberapa point terkait kebijakan anggaran di UIN Raden Fatah. “Kalau berbicara tentang uang hanya ada satu kata kuncinya yaitu bagaimana meyakinkan seseorang yang memiliki uang tersebut agar mau memberikan uangnya kepada kita, filosofi ini bisa kita ambil dari perbankan. Berangkat dari filosofi tersebut bagaimana cara kita meyakinkan pimpinan yang ada khususnya di UIN Raden Fatah dengan salah satu ketentuannya yaitu mempersiapkan proposal pengajuan.” Ujarnya.
“Dahulu ada yang namanya Balanced Scorecard atau yang lebih dikenal dengan sebutan perimbangan yang diumpamakan jika ada prodi C dengan beberapa jumlah mahasiswa, tentu berbeda dengan anggaran yang diterima oleh prodi dengan jumlah mahasiswa yang lebih banyak. Akan tetapi hal ini dirasa kurang efektif untuk diterapkan, oleh karena itu pimpinan yang saat ini tidak terlalu mengacu ke perimbangan tersebut. Saat ini kita hanya mengacu kepada dua aspek saja, yang pertama berorientasi kepada pelayanan mahasiswa dan kedua yang berorientasi kepada Akreditasi. Kedua aspek tersebut yang benar-benar akan kita kawal,” jelasnya.
Di dalam sebuah Perguruan Tinggi pastinya memiliki sumber pendanaan yang sangat mempengaruhi perkembangan perguruan tinggi tersebut, dengan adanya pengalokasian sumber dana perguruan tinggi maka proses pengembangan dana dari sumber-sumber tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk keberlangsungan dan perkembangan dari perguruan tinggi dalam hal ini UIN Raden Fatah Palembang.
Pada sesi terakhir d’musik series #9 dibuka forum diskusi dan Tanya jawab kepada perwakilan prodi dan peserta yang dipandu oleh moderator. Dari masukan-masukan tersebut nantinya akan dirangkum melalui d’musik kali ini.