|
Palembang | |
Imsak | 04:37 WIB |
Subuh | 04:47 WIB |
Syuruq | 06:01 WIB |
Dzuhur | 12:06 WIB |
Ashar | 15:19 WIB |
Maghrib | 18:08 WIB |
Isya | 19:16 WIB |
2°59'LS, 104°47'BT Ketinggian : 10 m Arah kiblat : 65°27' (U-B) |
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang memuncaki pendampingan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan berhasilnya proses Submit dokumen LED dan LKPT ke Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO BAN-PT) pada Selasa (23/3/2021). Bicara soal akreditasi, pasti tidak bisa jauh dari penilaian kualitas dan mutu suatu lembaga, akreditasi ini sangat penting untuk keberlangsungan perguruan tinggi itu sendiri. Mengingat banyaknya aspek atau penilaian instrument akreditasi, perguruan tinggi tidak dapat mengantisipasi beberapa poin akreditasi pada beberapa instrument tertentu. Perubahan Instrumen Akreditasi Dari 7 (tujuh) Standar Menjadi 9 (sembilan) Kriteria Juga Merupakan Salah Satu Pertimbangan Pengusulan Akreditasi Pada Tahun Ini.
Dalam rangka peningkatan Akreditasi Institusi, UIN Raden Fatah menggelar Simulasi Awal Dokumen LED dan LKPT Akreditasi Perguruan Tinggi pada Selasa (27/4/2021) yang berlangsung di Ruang Auditorium Lt.4 Kantor Pusat Administrasi Kampus B Jakabaring.
Rapat Simulasi Awal ini dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Senat, Rektor, Para Wakil Rektor, Plt Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAKK, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Tim PUSTIPD, Tim LP2M, Jajaran Dekanat di Lingkungan UIN Raden Fatah, Ketua dan Sekretaris LPM, para Kepala Pusat beserta tim APT.
Tujuan diadakan simulasi ini adalah untuk mempersiapkan akreditasi real dan memberikan gambaran bagaimana pelaksanaan APT serta mempersiapkan tim dalam menghadapi visitasi, agar pada saat Asesment Lapangan nanti tim bisa menyelengarakan dan menyediakan data secara cepat dan tepat, sehingga asesor puas dengan kecepatan dalam menyediakan data yang dibutuhkan. Demikian juga mempersiapkan jawaban-jawaban atas pertanyaan yang mungkin akan muncul yang akan disampaikan oleh asesor kepada tim.
Dr. Syahril Jamil, M.Ag selaku Ketua LPM menyampaikan bahwa ini kali kedua penyamaan persepsi dan pengecekan dokumen untuk persiapan visit dengan hasil yang diharapkan maksimal. “Dokumen-dokumen yang ada nantinya akan dicetak guna antisipasi Asesmen Lapangan (AL) secara offline”, tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama Sekretaris LPM, Indrawati, M.Pd juga menyampaikan point-point yang ada pada Kriteria 1 (C1) dan Kriteria 2 (C2). Konten pada C1 memuat Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi yang nantinya harus dipahami oleh jajaran pimpinan termasuk juga mengenai Tata Nilai yang ada di UIN Raden Fatah. Sedangkan pada C2 lebih menekankan pembahasannya kepada Tata Pamong dan Tata Kelola, ada enam survey yang harus dilakukan pada kriteria ini dan sejauh ini kita belum bisa maksimal. Intinya Kriteria 2 yang memberi nafas pada pengelolaan Civitas Akademika.
Dengan demikian, proses akreditasi sebetulnya lebih menekankan bagaimana penjaminan mutu bisa menjadi sebuah budaya, proses akreditasi adalah alat untuk mengukur, jadi yang lebih dipentingkan dari proses akreditasi adalah bagaimana membangun mutu di sebuah perguruan tinggi.