|
Palembang | |
Imsak | 04:37 WIB |
Subuh | 04:47 WIB |
Syuruq | 06:01 WIB |
Dzuhur | 12:06 WIB |
Ashar | 15:19 WIB |
Maghrib | 18:08 WIB |
Isya | 19:16 WIB |
2°59'LS, 104°47'BT Ketinggian : 10 m Arah kiblat : 65°27' (U-B) |
Pada dasarnya, pendidikan tinggi yang pada praktiknya dijalankan oleh institusi perguruan tinggi dimaksudkan untuk dapat menjadi komunitas kaum intelektual suatu bangsa. Secara tradisional, peranan institusi perguruan tinggi berfokus pada transfer atau konservasi ilmu pengetahuan (knowledge) dan diharapkan untuk menjadi komunitas yang memegang teguh nilai-nilai (values) yang dianggap ideal atau dijunjung tinggi suatu bangsa. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, peranan tradisional ini dianggap justru terlalu menempatkan institusi perguruan tinggi seperti sebuah Menara gading yang terpisah, eksklusif dari masyarakat. Dalam paham yang lebih modern, peranan perguruan tinggi mengalami penambahan dalam hal peranan dan posisi sosialnya di tengah masyarakat.
Menghadapi transformasi ekonomi, teknologi, dan kondisi sosial yang sangat cepat, Pendidikan Tinggi dituntut untuk lebih menyeimbangkan peranannya sebagai pusat intelektual sekaligus menjada agar tetap relevan dengan kondisi sosial di sekitarnya. Output dari perguruan tinggi diharapkan bukan hanya sumber daya manusia yang berkualitas dan siap kerja, tetapi lebih dari itu menjadi agen-agen bangsa yang sanggup mengelola dan mengarahkan perubahan. Inilah yang menjadi latar belakang munculnya wacana Good University Government (GUG) dalam penyelenggaraan sebuah institusi perguruan tinggi. Secara sederhana, Good University Government dapat kita pandang sebagai penerapan prinsip-prinsip dasar konsep ”Good Government” dalam sistem dan proses governance pada institusi perguruan tinggi, melalui berbagai penyesuaian yang dilakukan berdasarkan nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi dalam penyelenggaraan perguruan tinggi secara khusus dan pendidikan secara umum.
Lantas apakah sistem manajemen yang kini dibenamkan dalam mesin operasional kampus sudah cocok dan cukup memadai? Apakah sistem semacam SPMI dengan senjata pamungkasnya PPEPP cukup efektif menggaet target dan tujuan institusi? Apakah mungkin satu sistem ditambah sistem lain bisa berjalan sinergis atau tetap sporadis? Ada banyak pertanyaan yang terbayang jelas, betapa banyak ragam sistem saat ini sudah merambah memasuki ruang-ruang administrasi, sistem informasi, sistem keuangan, sistem pembayaran, sistem perencanaan, sistem manajemen SDM, dan lain sebagainya. Apakah dengan banyaknya sistem yang dimiliki menunjukkan sangat baiknya suatu institusi atau justru sebaliknya?
Hal inilah yang menjadi dasar Forum Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengadakan acara Ngopi Jamu Seri #7 secara daring (online) pada Kamis, 25 Maret 2021 pukul 09.45 – 12.00. LPM UIN Malang duet bersama LPM UIN Raden Fatah Palembang berbagi pengalaman seputar bagaimana mengkonstruk suatu bangunan kampus yang mampu menopang ragam sistem yang dimiliki menuju Good University Government. Acara Ngopi Jamu Seri #7 dipandu oleh LPM IAIN Ternate dengan mengangkat tema Lesson Learnt Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan ISO 21001:2018 dan Sistem Dokumentasi.