|
Palembang | |
Imsak | 04:37 WIB |
Subuh | 04:47 WIB |
Syuruq | 06:01 WIB |
Dzuhur | 12:06 WIB |
Ashar | 15:19 WIB |
Maghrib | 18:08 WIB |
Isya | 19:16 WIB |
2°59'LS, 104°47'BT Ketinggian : 10 m Arah kiblat : 65°27' (U-B) |
Palembang, 12 Juni 2023 - Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang turut serta dalam kegiatan Rembuk Nasional Forum Penjaminan Mutu yang diadakan di Hotel Grand Senyiur Balikpapan pada Rabu (7/6/2023), yang ikut dalam kegiatan ini antara lain Ketua LPM Dr. Syahril Jamil, M.Ag, beserta Sekretaris, kepala pusat dan Subkoordinator TU. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pegiat lembaga penjamin mutu dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia.
Ahmad Mahfudz, M.A Subkor Penjaminan Mutu Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Kementerian Agama RI, serta Dr. Muhammad Zuhdi, M.Ed., selaku Presidium Penjamin Mutu PTKIN, hadir dalam acara tersebut. Seluruh peserta yang hadir merupakan perwakilan dari Forum Penjaminan Mutu PTKIN se-Indonesia.
Dalam sambutannya, Muhammad Zuhdi menyatakan bahwa forum tersebut merupakan forum tahunan yang mengumpulkan para pegiat lembaga penjamin mutu. Sebanyak 27 PTKIN tercatat hadir dalam forum tersebut, dengan 126 peserta yang telah mendaftar dan antusias mengikuti kegiatan ini.
"Forum ini adalah wadah untuk berbagi pengalaman antar pengelola penjamin mutu. Meskipun penjamin mutu di PTKI bukanlah hal baru, namun dinamis dalam pelaksanaannya. Tantangan selalu muncul, pekerjaannya juga terus berkembang dari penjaminan mutu internal yang diharapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), hingga penjaminan mutu eksternal," ujar Muhammad Zuhdi.
Zuhdi juga menyampaikan keinginannya untuk membuktikan bahwa PTKIN dapat maju dalam akreditasi internasional. Selain berbagi informasi mengenai akreditasi, forum ini juga menjadi ajang untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh PTKIN. Zuhdi menekankan pentingnya pemahaman terhadap instrumen-instrumen penjaminan mutu, terutama bagi Ketua LPM yang harus memahami seluruh aspek tersebut.
"Dalam kesempatan ini, kita harus memanfaatkannya untuk menunjukkan bahwa rekan-rekan LPM di PTKIN adalah individu-individu yang berkomitmen dalam menghadapi instrumen-instrumen dan menyelesaikannya dengan cepat," tambah Zuhdi.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Zuhdi juga mengungkapkan permasalahan terkini terkait Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 38 tentang gelar akademik. Dalam hal ini, terdapat prodi-prodi yang seharusnya berada di bawah naungan Kementerian Agama, namun ternyata dikategorikan sebagai Prodi Umum. Masalah ini berkaitan dengan akreditasi, sehingga pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Islam (DIKTI) diminta untuk mencarikan solusinya.
Sementara itu, saat membuka acara tersebut, Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Dr. H. Mukhamad Ilyasin, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Institusi Keagamaan Negeri (IKN).
"Atas nama sivitas akademika UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, saya menyambut baik para peserta Rembuk Nasional Forum Penjaminan Mutu. Pengembangan IKN dan daya tarik UIN SI Samarinda menjadi bagian yang berperan dalam merealisasikan IKN," ucapnya.
Rektor Ilyasin juga berharap bahwa pertemuan tersebut dapat menjadi wadah untuk mencapai kesepakatan dalam hasil musyawarah mutu internal masing-masing institusi.
Dengan kehadiran LPM UIN Raden Fatah Palembang dalam kegiatan DIKTIS tersebut, diharapkan peningkatan penjaminan mutu di UIN Raden Fatah Palembang dapat terus ditingkatkan. Melalui forum ini, berbagai ide dan solusi dapat saling berbagi, memperkuat kerjasama antarlembaga, serta memacu PTKIN untuk meraih akreditasi internasional yang lebih baik di masa depan.