|
Palembang | |
Imsak | 04:36 WIB |
Subuh | 04:46 WIB |
Syuruq | 06:01 WIB |
Dzuhur | 12:05 WIB |
Ashar | 15:19 WIB |
Maghrib | 18:08 WIB |
Isya | 19:16 WIB |
2°59'LS, 104°47'BT Ketinggian : 10 m Arah kiblat : 65°27' (U-B) |
Jadilah Dosen yang Pendiam & Apa adanya:
“Artikel terakreditasi diam-diam ada, Artikel bereputasi diam-diam ada,
Artikel PkM, terakreditasi & bereputasi diam-diam ada, Publish buku referensi diam-diam ada,
Penelitian yang didanai diam-diam ada, dan, HKI diam-diam ada”.
(Uyun, Muhamad, 2022)
Bertempat di Hotel Santika Priemer, Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang mengadakan peningkatan Kompetensi Dosen Muda (PKDP) Kerjasama dengan LPDP. Hal ini dilakukan sebagai penegasan bahwa Dosen merupakan profesi pengajar dan pendidik pada tingkat perguruan tinggi, secara umum dosen mempunyai kewajiban dalam menjalankan tugasnya. Ada empat kewajiban dosen yaitu; pendidikan & pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat (PkM), dan aspek penunjang. Khusus untuk perguruan tinggi keagamaan bahwa dosen harus mampu menciptakan dan membangun suatu kondisi kehidupan bergama dengan baik ditengah masyarakat yang heterogen yaitu moderasi beragama.
Wakil Rektor I UIN Raden Fatah Dr. Muhammad Adil. MA mengapresiasi kegiatan ini “Kegiatan ini menjadi power yang sangat besar bagi para akademisi dalam meningkatkan kompetensi akademik, sehingga nantinya kegiatan ini dapat menjadi suluh peradaban pendidikan bagi para dosen ketika kembali ke kampusnya masing-masing” ungkapnya ketika memberikan arahan di sela-sela kegiatan
“Peningkatqan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) ini selain menguatkan dan meningkatkan kompetensi dosen dalam Tridharma Perguruan Tinggj juga menekankan pentingnya sikap Moderasi beragama, hal tersebut dilakukan untuk menjadikan para teman-teman dosen agar dapat beradaptasi dengan pesatnya perubahan di era disrupsi saat ini” ujarnya.
Selain itu ketua LPM Dr. Syahril Jamil.M.Ag. selaku ketua pelaksana sangat antusias selama berjalannya kegiatan ini. “kami selaku penyenggara merasa mendapatkan kehormaran dapat menjadi bagian dalam peningkatan kompetensi dosen pemula, besar harapan kegiatan penting seperti ini dapat terus terlaksana dan dapat diaplikasikan untuk menunjang konpetensi dan kinerja rekan-rekan dosen yang hadir” tutupnya
Salah satu narasumber Muhammad Uyun bahkan langsung melakukan survey sederhana dengan media googleform terhadap peserta penerima manfaat pada kegiatan Pelatihan Program, Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP), Kementerian Agama-LPDP Angkatan I-III dengan total responden menjawab sebanyak 118 peserta. Adapun yang menarik dalam temuan survey tersebut, berdasarkan kepemilikan ID Sinta dari total peserta 118, yang sudah memiliki ID Sinta sebanyak 70 peserta (20%), yang belum memiliki ID Sinta sebanyak 48 peserta (14%). Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa yang sudah memiliki ID Scopus sebanyak 13 peserta (4%), dan yang belum memiliki ID Scopus sebanyak 105 peserta (30%).
Berdasarkan data di atas perlu ditindaklanjuti khususnya peserta yang belum memiliki ID Sinta, didorong melalui kampus atau lembaga masing-masing untuk dibuatkan Akun Sinta. Setelah memiliki Akun Sinta perlu tindaklanjut pelatihan dalam meng entri karya yang dimiliki oleh setiap dosen misalnya artikel, buku referensi, Hki, dan lainya. Kemudian barulah diadakan worskhop penulisan artikel karya ilmiah yang berkelanjutan.
Berdasarkan kepemilikan akun ID Scopus, ada 105 peserta (30%), belum memiliki ID Scopus, sesungguhnya antara ID Sinta dan ID Scopus ini berhubungan artinya ketika seorang dosen sudah terbangun budaya menulisnya dan menjadi kebiasan yang diawali menulis artikel Nasional jelas dosen tersebut akan tertarik sekaligus tertantang untuk menulis pada artikel yang bereputasi. Dengan demikian perlu adanya program yang dibuat oleh masing-masing kampus khususnya yang terkait langsung dengan karya ilmiah dosen yaitu LP2M untuk membuat program-program yang berkelanjutan yang dimulai dari hal-hal yang sederhana seperti yang telah dijelaskan di atas inventarisasi data dosen, membuat berbagai macam akun akademik dosen misalnya google scholar, garuda, sinta, research gate, dan sister, workshop penulisan artikel berkelanjutan dan lainya, sampai dengan terkondisi menjadi kebiasaan barulah masuk progam workshop penulisan artikel bereputasi.
Berdasarkan pemahaman tentang Jurnal dapat dijelaskan bahwa, dengan kategorisasi Sangat Paham sebanyak 5 peserta (1%), kategori Paham sebanyak 76 peserta (21%), dan kategori Kurang Paham sebanyak 37 peserta (10%). Dari data tentang pemahaman jurnal, sebanyak 37 peserta (10%) bahwa peserta menyatakan kurang paham hal ini berkorelasi dengan data kepemilikan akun Sinta khususnya peserta yang belum memilki ID Sinta sebanyak 48 (14%), ini sangat penting untuk ditindaklanjuti khususnya untuk program PKDP selanjutnya perlu diwajibkan atau tidak dalam kepemilikan ID Sinta.
Ditinjau dari penentuan scope penelitian atau keilmuwan umumnya peserta sudah cukup paham, namum dari total 118 peserta dalam menentukan scope penelitian masih mengalami kebingungan 24 peserta (20%), dengan kata lain belum spesifik, tidak berbasis SK fungsional dosen dan minat dosen…
-------------------------------------
*Dosen Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah, Disampaikan dalam Kegiatan Pelatihan Program, Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP), Kementerian Agama-LPDP Angkatan III, Hotel Santika Primiere Palembang, Rabu, 21 Desember 2022.