|
Palembang | |
Imsak | 04:36 WIB |
Subuh | 04:46 WIB |
Syuruq | 06:01 WIB |
Dzuhur | 12:05 WIB |
Ashar | 15:19 WIB |
Maghrib | 18:08 WIB |
Isya | 19:16 WIB |
2°59'LS, 104°47'BT Ketinggian : 10 m Arah kiblat : 65°27' (U-B) |
LPMUINRF – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) terus berupaya meningkatkan kompetensi dosen PTKI agar dapat menjamin mutu penyelenggaraan PTKI. Salah satu upaya yang dilakukan DIKTIS yaitu bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan LPDP Kementerian Keuangan menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang berlangsung dari tanggal 19-23/12/2022. Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang ditunjuk salah satu Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) memusatkan pelaksanaan kegiatan PKDP bertempat di Hotel Santika Premiere pada Senin (19/12/2022).
Pelaksanaan PKDP ini juga merupakan bentuk komitmen dari Diktis untuk mengawal mutu dosen dengan berbagai layanan, salah satunya melalui Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula. PKDP menjadi instrument penting dalam mengembangkan semangat kebangsaan dan moderasi beragama, juga meningkatkan kemampuan profesionalisme dosen.
PKDP ini dirancang untuk tiga hal: Pertama, untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dosen, khususnya bagi dosen yang masuk ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dengan latar belakang non-kependidikan. Kedua, untuk dapat menyaring pemahaman dosen yang radikal, agar dapat diarahkan menjadi lebih moderat. Ketiga, PKD ini nantinya akan menjadi salah satu syarat sertifikasi dosen di lingkungan Kementerian Agama.
Dr. Syahril Jamil selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Ketua Kegiatan dalam laporannya menyampaikan kegiatan PKDP ini digelar sebagai bentuk peningkatan kompetensi profesional dosen pemula dalam memangku jabatan fungsionalnya.
“Terutama dalam meningkatkan keterampilan pedagogis (pembelajaran dan pengembangan cara mensikapi pemahaman materi ajar), disamping juga penguasaan bidang ilmu dan pengembangannya dalam riset bermutu, hingga mendiseminasi hasil penelitian dan pembelajaran tersebut demi kepentingan masyarakat”, jelasnya.
Secara internal PTP, kegiatan PKDP dibuka oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang dengan dihadiri Wakil Rektor III, Ketua dan Sekretaris LPM, Kapus Audit dan Pengendalian mutu, Kapus Pengembangan Standar Mutu, Kapus Pendampingan dan Pengembangan Mutu Mahasiswa, dan 120 orang peserta PKDP yang berasal dari unsur dosen di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang (25 peserta), IAIN Metro (15 peserta), Kopertais Wilayah XV (30 peserta), Kopertais Wilayah VII (38 peserta), dan STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (12 peserta).
Senada dengan apa yang dijelaskan dalam laporan ketua LPM tadi, Rektor Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada 120 orang peserta yang berasal dari berbagai PTKI/PTKS dibawah satuan kerja Kementerian Agama RI, PKDP ini menjadi penting karena dosen harus memiliki berbagai kompetensi terutama pedagodik meskipun berlatarbelakang Pendidikan yang berbeda-beda. Sehingga nanti dapat menjadi bekal bagi dosen pemula yang memiliki rasa percaya diri serta memiliki sikap dan pandangan agama yang moderat.
Sementara itu pembukaan PKDP tingkat Nasional dilakukan via Zoom Meeting secara serentak di 17 (tujuh belas) PTP dan dibuka langsung oleh Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, dalam sambutannya menjelaskan beberapa karakteristik menjadi seorang dosen professional diantaranya memiliki gaya mengajar yang dapat merangsang belajar, mampu berkomunikasi dengan jelas, menguasai materi yang diampu, memiliki kesiapan materi yang terorganisir dengan baik, memiliki antusiasme yang dinamis, peduli terhadap mahasiswa, memiliki ketrampilan berinteraksi, bersikap fleksibel, kreatif dan keterbukaan, serta memiliki kepribadian tangguh dan komitmen yang tinggi.
Narasumber yang menjadi pemateri selama kegiatan PKDP ini juga berbeda-beda, terdiri dari Pejabat Kementerian Agama, Pimpinan Perguruan Tinggi, para Guru Besar di masing-masing PTP, para dosen/civitas akademika, dan para trainer dari Widya Iswara. Dengan adanya keberagaman Narasumber ini dapat menjadi bagian terpenting atas capaian hasil yang diharapkan. /dL