|
Palembang | |
Imsak | 04:37 WIB |
Subuh | 04:47 WIB |
Syuruq | 06:01 WIB |
Dzuhur | 12:06 WIB |
Ashar | 15:19 WIB |
Maghrib | 18:08 WIB |
Isya | 19:16 WIB |
2°59'LS, 104°47'BT Ketinggian : 10 m Arah kiblat : 65°27' (U-B) |
LPMUINRF – Dalam rangka penyelenggaraan The 2nd Biannual Conference on Research Result Tahun 2022 (BCRR 2), Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) membuka seleksi penelitian terbaik untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) negeri maupun swasta.
Pada kegiatan BCCR ini sebelumnya sudah dilakukan tahapan seleksi penelitian terbaik dari masing-masing PTKIN dan Kopertais. Semua hasil riset dikelompokkan dalam empat rumpun ilmu, yaitu studi islam (tafaqquh fiddin), sosial humaniora, sains dan teknologi, serta integrasi ilmu. Dari hasil penelitian yang masuk kemudian dilkaukan penilaian berdasarkan beberapa indikator, antara lain inovasi, novelty,teori dan metodologi, kualitas penerbitan/jurnal, dan nilai kemanfaatan bagi pengembangan keilmuan dan masyarakat.
Ke-empat kelompok hasil riset terbaik ini diumumkan pada puncak kegiatan BCCR tahun 2022 yang berlangsung di Gorontalo (25-27/11/2022). Total ada 40 penelitian yang mendapatkan sertifikat penghargaan, plakat, dan dana pembinaan. Pengumuman ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6722 tahun 2022 tentang Penetapan Peraih Penelitian Terbaik Tingkat Nasional The 2nd Biannual Conference on Research Result tertanggal 25 November 2022.
UIN Raden Fatah Palembang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) berhasil meloloskan dua orang peserta yaitu Dr. Syahril Jamil selaku ketua Lembaga Penjaminan Mutu yang meraih peringkat Terbaik Pertama pada Kategori Penelitian dalam Penyelesaian Studi Strata Tiga (Disesertasi) Rumpun Ilmu Sosial Humaniora dengan judul “Kesinambungan dan Perubahan Budaya pada Perkawinan Adat Uluan Musi” dan Syilma Aulia Syapira yang meraih peringkat Terbaik Kedua untuk Kategori Penelitian dalam Penyelesaian Studi Strata Satu/S1 (Skripsi) Rumpun Ilmu Sosial Humaniora dengan judul “Efikasi Diri, dan Regulasi Diri dengan Prokrastinasi Akademik pada Pembelajaran Daring Siswa UPT SMA Negeri 03 Palembang di Masa Pandemi Covid-19”.
Dikutip dari website Kemenag.go.id, Plt. Direktur Diktis, Syafi’i menyampaikan bahwa sudah seharusnya PTKI melahirkan riset-riset yang berkualitas, apapun disiplin ilmunya. Sebab, penelitian menjadi salah satu dari Tri Dharma perguruan tinggi. “Penelitian menjadi salah satu dari standar pengelolaan pendidikan tinggi yang sangat penting,” ujarnya.
“Riset adalah substansi dari perguruan tinggi keagamaan Islam. Melalui riset, produktivitas perguruan tinggi akan teruji, dan melalui riset pula seorang akademisi akan menunjukkan kapabilitas terbaiknya. Dan bagi PTKI, produktivitas riset ini sangat tinggi," ujar Syafi’i yang juga menjabat sebagai Kapusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.
Kegiatan BCRR ini, kata Syafi’i, merupakan salah satu cara Diktis melakukan akuntabilitas akademik dan publik atas temuan-temuan dan kontribusi riset di lingkungan PTKI kepada masyarakat luas. “Dunia akademisi harus mampu mempertanggungjawabkan temuan dan kontribusinya kepada masayarakat, baik yang didasarkan atas anggaran negara yang diterimanya maupun penyelesaian studi yang telah dilakukannya,” jelasnya.
Turut hadir dalam event ini, Pimpinan PTKIN/S, Pimpinan Kopertais, Wakil Rektor/Wakil Ketua I, Ketua LP2M/P3M, dan Kepala Pusat Penelitian di lingkungan PTKIN/S.