|
Palembang | |
Imsak | 04:37 WIB |
Subuh | 04:47 WIB |
Syuruq | 06:01 WIB |
Dzuhur | 12:06 WIB |
Ashar | 15:19 WIB |
Maghrib | 18:08 WIB |
Isya | 19:16 WIB |
2°59'LS, 104°47'BT Ketinggian : 10 m Arah kiblat : 65°27' (U-B) |
LPMUINRF – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Fatah Palembang menggelar kegiatan Penyusunan Instrumen Survey Kepuasan Berbasis 9 (Sembilan) kriteria Akreditasi Perguruan Tinggi pada Minggu – Selasa (27–29/03/2022). Pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Para Wakil Dekan I, Ketua Gugus Penjaminan Mutu Prodi, Ketua dan Sekretaris LPM, Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu, Kepala Pusat Pendampingan dan Pengembangan Mutu Mahasiswa, Peserta Eksternal dari STEI Prabumulih, dan Staf LPM.
Kegiatan Penyusunan Instrumen Survey Kepuasan Berbasis 9 Kriteria dilaksanakan di Auditorium Hotel Santika Premiere dan dibuka secara langsung oleh Dr. Syahril Jamil selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu.
Dalam sambutannya Dr. Syahril Jamil menyampaikan, pada posisi saat ini sejatinya kalau melihat hitungan skor akreditasi kita sudah cukup, dengan berubah dari akreditasi C ke Baik Sekali berdasarkan kalkulasinya mendapatkan skor 3,25. Akan tetapi kemudian kita masih dibebankan oleh Renstra Kementerian yang turunannya ke Renstra Universitas, yang menuntut kita di tahun 2024 yaitu 60% Program Studi harus Unggul yang sebenarnya sudah melebihi dari syarat minimal untuk Akreditasi Perguruan Tinggi (APT).
“Saat ini kita masih berada pada posisi 41,3% yang artinya masih ada sisa 18% persen lagi yang harus kita kejar dalam satu atau dua tahun ini menuju 2024. Untuk konteks Universitas Islam Negeri dalam peringkat sepuluh besar PTKIN terbaik, ternyata kita belum masuk. Ini merupakan tantangan sekaligus pekerjaan bagi kita untuk bisa mencapainya di tahun 2024.” Ujarnya.
“Apakah ini menjadi tanggungjawab LPM sendiri? Atau tanggungjawab prodi? Jawabannya tidak, ini akan menjadi tanggungjawab kita bersama-sama. Sehubungan dengan hal tersebut, selama dua hari kedepan Narasumber akan memberikan kepada kita salah satu aspek yang menjadi penilaian pada Assesmen Lapangan yaitu bagaimana menentukan, mengolah data, dan merumuskan tentang instrumen kepuasan pengguna (instrumen survey).” Tambahnya.
Sementara itu Dr. Wagiran, M.Pd selaku Narasumber mengatakan, sesuai dengan apa yang disampaikan Ketua LPM tadi bahwa sekarang ini semuanya serba terukur, target capaian terukur, pemeringkatan juga semuanya terukur, dan akreditasi juga terukur. Ukurannya itu ada dua, yang pertama ada dan yang kedua seberapa dalam. Nanti mana yang ada kita siapkan terlebih dahulu untuk nantinya bersama – sama melihat kesiapan akreditasi, sehingga nanti kita bisa berbagi dan sharing.
Dalam kesempatan yang sama dijelaskan juga mengenai teknis pelaksanaan kegiatan Penyusunan Instrumen Survey yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu Indrawati, M.Pd.
Pada hari kedua pelaksanaan kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Pengembangan Instrumen Survey Kepuasan mulai dari latar belakang, Survey Kepuasan dan SPMI-SPME, Penyusunan Instrumen Survey, dan Analisis Data Hasil Survey yang disampaikan oleh Narasumber Dr. Wagiran, M.Pd. Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan Kerja Tim yang sudah dibagi per kriteria kemudian di persentasikan pada hari ke-3 dan diserahkan kepada PUSTIPD untuk diolah dan di implementasikan di UIN Raden Fatah sebagai bentuk output dari kegiatan ini.
Setelah mendengarkan Persentasi dari hasil Kerja Tim, acara di tutup oleh Sekretaris LPM Mukti Ali, M.Pd.I.
“Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Narasumber yang sudah membersamai kita selama beberapa hari ini, hasil dari Rencana Tindak Lanjut kegiatan ini akan dibuatkan template oleh LPM dan dikirimkan Kembali ke masing-masing kelompok untuk segera diperbaiki sesuai dengan instrumen APT kemudian dikirimkan lagi ke LPM, sehingga pada akhirnya nanti kita akan menghasilkan instrumen yang sudah dibakukan.” Tutupnya.