|
Palembang | |
Imsak | 04:37 WIB |
Subuh | 04:47 WIB |
Syuruq | 06:01 WIB |
Dzuhur | 12:06 WIB |
Ashar | 15:19 WIB |
Maghrib | 18:08 WIB |
Isya | 19:16 WIB |
2°59'LS, 104°47'BT Ketinggian : 10 m Arah kiblat : 65°27' (U-B) |
LPMUINRF - Menilai suatu perguruan tinggi yang bagus, tidak hanya sekadar menilai dari segi akademik saja. Perlu beberapa faktor yang harus dilengkapi dan dipenuhi agar suatu universitas tersebut mendapatkan akreditasi yang mumpuni. Untuk itu, pastinya butuh persiapan yang khusus dan rencana yang matang agar universitas tersebut bisa lolos akreditasi sesuai standar BAN-PT. Dari segi definisi, akreditasi perguruan tinggi merupakan bentuk pengakuan mutu dari pihak eksternal tentang input, proses dan hasil dari sistem maupun manajemen mutu pendidikan di suatu kampus dan program studi.
Hiruk pikuk perakreditasian sering kali membuat kita gamang, tak jarang perasaan resah gundah gulana membayangkan betapa beratnya tanggungjawab kita untuk menyiapkan tuntutan instrumen. Tensi tinggi terkadang menjadi menu makan siang karena masih terdapatnya beberapa kekurangan terkait narasi dan dokumen yang dibutuhkan. Apalagi dengan kondisi saat ini, menghadapi transformasi ekonomi, teknologi, dan kondisi sosial yang sangat cepat seringkali kita merasa serba kurang, serba lambat, serba kacau, dan serba salah. Begitulah gambaran betapa nikmatnya proses perjalanan dalam menyiapkan hajatan besar empat tahunan yang disebut Akreditasi.
Lantas apakah sistem manajemen yang kini dibenamkan dalam mesin operasional kampus sudah cocok dan cukup memadai untuk menunjang proses Akreditasi? Apakah sistem semacam SPMI dengan senjata pamungkasnya PPEPP cukup efektif menggaet target dan tujuan institusi? Sebenarnya ada banyak pertanyaan yang terbayang jelas dengan memperhatikan data-data yang masuk ke LPM dan diantara beberapa problem tersebut sejatinya dapat diuraikan secara perlahan dan bertahap. Bagaimana caranya? salah satunya dengan “Kita Perlu Sering Ngobrol”.
Hal inilah yang menjadi dasar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang mengadakan Launching kegiatan dwi mingguan yang dikemas dalam akronim D’Musik (Diskusi Mutu Asyik) secara daring (online) pada Rabu, 1 September 2021. Acara yang dimulai pada pukul 13.30 wib dibuka secara langsung oleh Rektor UIN Raden Fatah dengan dihadiri Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Kabag. Biro AUPK, Kabag. Biro AAKK, Kepala PUSTIPD, Kabag. BAAK, para Wakil Dekan 1, Ketua dan Sekretaris, Para Kapus, beserta Staff LPM.
Dr. Syahril Jamil, M.Ag selaku Ketua LPM mengatakan, ada tiga hal yang menjadi latar belakang adanya d’musik ini. Pertama, Akreditasi yang menjadi pekerjaan rumit namun pasti, Kedua Kebijakan dan tuntutan mutu yang terus berkembang tanpa mau kompromi dan yang Ketiga kemampuan merespon yang terbatas oleh ruang diskusi.
“Jika kita sering ngobrol, apalagi sambil ngopi walaupun tidak dibarengi dengan roti sumbu, satu-satu benang kusut kita akan ada jawabannya. Disaat kita kurang ini, teman yang lain pasti akan dengan senang hati berbagi pengalamannya. Pun sebaliknya jika kita punya kelebihan dalam komponen itu, tentu dengan ikhlas hati juga kita bisa berbagi. Poinnya dengan Sering Ngobrol kita bisa saling menguatkan,” Ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Nyayu Khadijah, M.SI memberikan apresiasi sekaligus mengucapkan selamat dengan telah di launching nya kegiatan ini. D’musik bukan merupakan kegiatan yang baik saja akan tetapi sudah masuk dalam kategori kegiatan yang sangat penting. “Berbicara tentang mutu merupakan target utama kita yang harus dijalani dengan penuh semangat dan disertai juga dengan rasa kecintaan kita terhadap lembaga ini. Karena secara tidak langsung kegiatan d’musik ini merupakan bagian dari budaya mutu yang diisi dengan diskusi dan sharing pengalaman-pengalaman prodi yang akreditasinya sudah mendapatkan nilai terbaik.” Tambahnya.
D’musik sendiri mengemas acara diskusi secara santai, dilaksanakan berkala selama dua minggu sekali dengan durasi kurang lebih 90 menit dan menghadirkan Narasumber yang berasal dari Internal UIN Raden Fatah serta tidak menutup kemungkinan untuk menghadirkan narasumber dari eksternal.