|
Palembang | |
Imsak | 04:37 WIB |
Subuh | 04:47 WIB |
Syuruq | 06:01 WIB |
Dzuhur | 12:06 WIB |
Ashar | 15:19 WIB |
Maghrib | 18:08 WIB |
Isya | 19:16 WIB |
2°59'LS, 104°47'BT Ketinggian : 10 m Arah kiblat : 65°27' (U-B) |
LPMUINRF - Perumusan Peta Jalan dan Roadmap Perguruan Tinggi menuju Unggul untuk mencapai akreditasi baik Nasional maupun Internasional sangat penting untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan sebuah siklus PPEPP dimana perencanaan untuk menuju unggul itu mesti seiring dengan program yang telah dicanangkan oleh Perguruan Tinggi (PT). Pada Kamis (10/06/2021) bertempat di Gedung Pertemuan IAIN Sorong, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bekerjasama dengan IAIN Sorong menyelenggarakan Worshop Perumusan Peta Jalan dan Rencana Kerja Perguruan Tinggi Menuju Akreditasi Unggul/Internasional dan Sertifikasi Internasional.
Acara yang dipusatkan di IAIN Sorong ini, berlangsung selama tiga hari dari 10 –12 Juni 2021 dan dibuka oleh Rektor IAIN Sorong Dr. Hamzah, M.Ag, dan dilanjutkan pandangan umum oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Dr. Phil. Al Makin, MA. Fokus pembahasan pada workshop kali ini tentang Asian Islamic Quality Assurance (AIQA), Peta Jalan Penjaminan Mutu Eksternal: Akreditasi Unggul, dan FGD Peta Jalan Penjaminan Mutu Eksternal seperti ISO 9001: 2015, FIBAA, ASIN, dan AUNQA.
Kegiatan yang dipusatkan di IAIN Sorong ini selain diikuti oleh perwakilan LPM, juga diikuti oleh sejumlah Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan dari sejumlah PTKIN Se Indonesia. Sementara itu UIN Raden Fatah Palembang mengutus tiga orang peserta untuk mengikuti kegiatan ini, yang pertama Dr. Syahril Jamil, M.Ag selaku ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Kedua Dr.Muhammad Toriq LC.,MA (Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum), dan yang terakhir Dr. Amilda, M.Hum (Wakil Dekan I Fakultas Adab dan Humaniora).
Sebagai salah satu peserta workshop Dr. Syahril Jamil mengatakan, kegiatan ini tidak hanya membahas mengenai peta jalan dan rencana kerja perguruan tinggi tetapi diadakan juga sharing session terkait pengalaman-pengalaman pada perguruan tinggi masing-masing untuk kemudian peserta bisa memilih beberapa opsi terkait peta jalan tersebut. Ada tiga hal penting yang dibahas dalam pertemuan kali ini.
“Pertama penjaminan mutu adalah sebuah lembaga yang mengawal kesuksesan dari upaya perguruan tinggi untuk mencapai visi misi unggul. Kedua, startegi dalam upaya pencapaian unggul tersebut harus memiliki konsep yang rinci dan diatur sedemikian rupa berdasarkan tahapan-tahapan yang disesuaikan dengan kondisi dan keadaan real kampus karena antara UIN, IAIN, dan STAIN memiliki peta jalan yang berbeda sesuai dengan tingkatan dan tujuan yang ingin dicapai. Ketiga, siklus penjaminan mutu atau penetapan dan penguatan menuju unggul itu sejatinya harus ditetapkan. Jika sudah ditargetkan unggul maka dokumen-dokumen pendukung untuk unggul itu sudah dilakukan sebelumnya.” Ujarnya.
“Selain itu Best Practice yang ditampilkan UIN Raden Fatah dalam acara workshop ini adalah mendiskusikan Roadmap yang sudah disusun untuk menuju unggul 2020-2024. Roadmap ini mendapat tanggapan yang positif dari peserta workshop dan beberapa perguruan tinggi meminta izin untuk mengadopsi Roadmap ini sebagai bentuk upaya untuk menuju unggul.” Tambahnya.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, sejatinya UIN Raden Fatah Palembang sudah melakukan penyusunan roadmap sampai pada tahun 2024 akan tetapi untuk menuju akreditasi unggul di 2024 ada beberapa hal yang harus diperbaiki dalam konteks pengembangan mutu di UIN Raden Fatah. Roadmap juga memberi arah bagi pengembangan penjaminan mutu, dengan demikian berdasarkan peta jalan yang ada dapat dilakukan pengembangan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi terjadinya perubahan-perubahan personalia dalam penjaminan mutu atau tata pamong di Universitas.